Mie Aceh yang Tidak Melulu Pedas, Mie Aceh Pandrah

Boleh dikatakan saya adalah penggila mie, salah satunya adalah mie aceh. Banyak kawan merasa heran kenapa sebegitu gemesnya saya dengan yang namanya mie aceh ini. Semua kegemesan saya bermula ketika saya pertama kali mencicipi mie aceh di daerah asalnya sana. Pembaca bisa membaca artikel saya ketika mencicipi mie aceh pertama kali di bumi Bungong Jeumpa disini

Ini Mie Aceh Seafood


Bagi pembaca yang tidak terlalu suka dengan masakan pedas, boleh jadi mie aceh akan menjadi santapan yang akan dihindari. Tapi jangan khawatir! Pada suatu ketika di bulan Maret 2017 yang lalu, saya "menemukan" sebuah kedai di terusan jalan H. Samanhudi kecamatan Sawah Besar. Lokasi tepatnya kalau kita dari arah Pasar Baru atau pun stasiun Sawah Besar, kita cukup lurus aja ikuti jalan. Kedainya berada di sebelah kiri persis kira-kira 50 meter sebelum lampu merah simpangan jalan Gajah Mada.

Mie Aceh Pandrah, Pelopor Inovasi Rasa

Kedai mie aceh ini menyuguhkan mie aceh dengan nama Mie Aceh Pandrah. Yang berbeda dari mie aceh di kedai lainnya adalah rasa dari mie acehnya. Mie Aceh Pandrah menyuguhkan mie aceh yang tidak terlalu pedas sepedas mie aceh pada umumnya. Meskipun wangi bumbunya sama, tetapi tingkat pedasnya berbeda. Lah ini cocok banget nih buat yang tidak suka masakan pedas.

Ini Menunya

Seluruh Menu yang Ditawarkan

Selain mengunggulkan mie aceh sebagai menu utama, kedai ini juga menawarkan menu lain yang gak kalah enak seperti kari ayam, bebek, kambing, sapi (ini semua maksudnya kari ya). Bagi yang gak suka dengan kari bisa pilih opsi nasi uduk. Ada juga menu yang tidak kalah lezat adalah roti cane-nya! Roti cane disini tebal dan kita bisa memilih toppingnya. Buat penggila nasi goreng dan martabak juga tersedia disini. Jadi ketika kita mengajak teman atau pun saudara yang kurang bisa menikmati mie aceh atau pun kari, bisa pilih nasgor atau martabak.

Salah Satu Ojek Online yang Memberikan Jasa Delivery Service

Semua menu dihargai tidak lebih dari 40 ribu rupiah saja (ini harga sewaktu saya kesana di bulan Mei 2017). Kedai ini terbilang ramai setiap harinya. Kalau tidak salah lihat, kedai ini juga buka selama 24 jam. Bagi pembaca yang mager alias lagi males gerak, bisa menggunakan jasa ojek online untuk deliver makanan dari kedai ini. Yang gak kalah penting di era teknologi informasi, kedai ini juga menyediakan WiFi bagi yang mau makan nongkrong-nongkrong sambil internetan. Ya wajar saja karena kedai ini termasuk di area yang dekat dengan perkantoran jalan Gajah Mada. Jadi bagi pembaca yang ada kesempatan melipir di jalan H Samanhudi, boleh juga dicoba untuk menyambangi kedai ini.
Ini Mie Aceh Biasa

Comments