Sarapan Pagi Nasi Pindang Kudus Jalan Gajah Mada, Semarang

Jalan pagi merupakan aktivitas yang bisa jadi menyenangkan, khususnya buat saya. Terutama ketika berada di kota ataupun daerah yang sedang kita kunjungi dalam waktu singkat. Mengulik aktivitas pagi sebuah kota adalah hal yang menggairahkan sekaligus menyehatkan. Selain bisa menghirup udara segar yang belum terlalu banyak bercampur dengan asap kendaraan, dengan berjalan-jalan di pagi hari sering kali kita bisa menemukan ide, inspirasi, maupun pengalaman baru yang bakal tidak kita temukan dikemudian hari.
Inilah Penampakan Nasi Pindang Kudus Jalan Gajah Mada

Seperti saya ketika berada di kota Semarang tanggal 13 November 2016, pukul 5.30 pagi menyempatkan diri berkeliling Kota Lama Semarang. Meskipun masih banyak toko yang belum buka, paling tidak saya jadi tahu suasana disana ketika pagi hari selain itu udara segar bisa didapatkan.

Meja Racik dan Pikulan Sakral

Bahan-Bahan Nasi Pindang Kudus dan Soto Sapi
Belum puas berkeliling Kota Lama, saya beranjang sana menuju jalan Gajah Mada. Iseng-iseng browsing menggunakan hape dan menemukan katanya didaerah jalan Gajah Mada Semarang ini ada sebuah kedai yang ngetop dan menawarkan makanan khas Kudus, yaitu Nasi Pindang Kudus dan Soto Sapi.

Pembaca ada yang pernah dengar Nasi Pindang Kudus? Tidak? Bagi yang belum pernah dengar nama kuliner itu, berarti sama dengan saya. Pertama kali dengar namanya, yang terbayang oleh saya adalah nasi yang dimasak dicampur dengan daging ikan dan bumbu khas dari daerah Kudus. Tapi apa yang saya bayangkan salah!  
Jalan Gajah Mada, Semarang di Pagi Hari -  Masih Sueepi..

Hiasan Dinding di Kedai Nasi Pindang Kudus
Nasi Pindang Kudus yang terkenal di jalan Gajah Mada ini ternyata nasi biasa yang diguyur kuah bersantan. Bila pembaca pernah merasakan nasi rawon, mungkin Nasi Pindang Kudus ini bisa disejajarkan dengannya. Hanya saja pada nasi pindang, kuah yang digunakan tidak berwarna hitam melainkan kuah santan yang keruh namun gurih. Komposisi nasi khas Kudus ini terdiri dari nasi putih, daun so, daging sapi yang diiris pipih, bawang goreng, dan kuah santan. Bila ada yang suka dengan rasa pedas, bisa ditambahkan sambal.
Meja Racik Kedai Nasi Pindang Kudus

Soal rasa dari nasi pindang ini kalau menurut saya mirip-mirip dengan sayur gori (nangka) dengan kuah tetapi kuahnya lebih encer. Untuk menebus rasa gurih Nasi Pindang Kudus, saya harus membayar dengan harga Rp. 16.ooo dan untuk teh manisnya seharga Rp. 3.ooo saja. Lumayan lah. Tapi bagi yang senang dengan kuliner "yang penting banyak", nasi pindang ini mungkin bakal mengecewakan Anda karena porsi nasinya hanya setengah dari piring makan standar. Jadi pembaca yang mencicip Nasi Pindang Kudus ini bakalan minta nambah untuk memuaskan rasa laparnya.

Jalan Gajah Mada di Pagi Hari yang Mulai Ramai

Struk Pembelian Nasi Pindang Kudus
Sekali-sekali sarapan pagi dengan Nasi Pindang Kudus yang berkuah santan itu? Bolehlah.. Tapi jangan sering-sering juga karena bisa bikin kantong cekak kalau harus nambah. Hehehehe.. 


Comments