Es Krim Ragusa, Cita Rasa Baheula di Sudut Jalan Veteran

Bulan Februari katanya bulan yang penuh cinta. Beneran? Ya katanya sih gitu. Mungkin karena orang kebanyakan di luaran sana merayakan yang dinamakan hari valentine. Tapi kalau menurut saya sih harusnya setiap saat di kehidupan ini penuh dengan cinta. Ya nggak? Lho kok jadi ngelantur?

Sudah.. sudah ngelanturnya. Sekarang balik lagi ke "laporan" jalan-jalan saya. Di bulan Februari 2017, tanggal 15 tepatnya, iseng-iseng saya jalan-jalan sekaligus wisata kuliner ke sebuah kedai yang cukup terkenal di Indonesia khususnya di Jakarta.

Spaghetti Ice Cream


Informasi yang saya dapat, katanya sih kedainya sudah ada sejak sebelum negara kita merdeka. Jadi ini kedai berdiri di era kolonial masih berkuasa. Kedai ini dahulu didirikan oleh dua bersaudara (Luigie Ragusa dan Vicenzo Ragusa) asal Italia yang datang ke Batavia. Alkisah, dua bersaudara ini si Luigie dan Mario Vicenzo, datang ke Batavia punya tujuan untuk belajar menjahit. Tapi entah kenapa begitu lulus, kemudian mereka malah pergi ke Bandung alias Parijs van Java. Ya mungkin piknik kali ya karena habis ujian menjahit sehingga butuh refreshing.

Ini List Es Krim yang Saya Pesan

Nah di Bandung itu mereka bertemu dengan seorang wanita yang memiliki peternakan sapi dan mereka diberikan banyak susu sapi sebagai hadiah. Baik banget ya si perempuan peternak sapinya. Sayangnya kita nggak tahu ini si perempuan namanya siapa. Kalau saja kita tahu, harus kita datangi tuh. Siapa tahu kita juga bakalan dihadiahi banyak susu sapi. Hehehe. Lalu karena duo Italia ini  bingung mau diapain susu sebanyak itu, mereka punya ide untuk mengubah susu sapi menjadi es krim.

Special Mix

Dengan dibantu seorang teman alumni menjahit, Yo Giok Siaw, Ragusa bersaudara mulai berjualan es krim pertama kali di Postwegg (sekarang disebut jalan Naripan) di Bandung. Nggak tau gimana ceritanya, kemudian mereka pindah jualan ke Batavia di event pasar Gambir. Tapi karena jualan mereka hanya ramai setiap tahun sekali, mereka pun pindah membuka kedai di Citadelweg (sekarang jalan Veteran no. 1 Jakarta Pusat).  Hingga sekarang kedai es krim Ragusa masih eksis berada di jalan Veteran no. 1 meskipun pengelolanya yang sekarang bukan the Italiano lagi.

Menu Es Krim yang Ditawarkan

Saat siang itu saya kesana, pelanggan yang datang sudah cukup banyak. Saya pun jadi tambah penasaran kenapa ya kedai sederhana ini kok bisa menyedot banyak perhatian dan ketertarikan orang untuk jajan es krim disini? Apakah karena rasanya ataukah ada hal lainnya?

Suasana di Dalam Kedai (Antrian di Sebelah Kiri, Meja-Kursi di Sebelah Kanan)

Sistem pembelian di kedai Ragusa ini cukup unik. Pertama, pelanggan yang ingin membeli es krim dipersilahkan melihat-lihat lembar menu yang diberikan oleh salah seorang karyawan disini. Sambil mengantri, kita bisa pilih-pilih deh itu es krim mana yang ingin kita nikmati. Saat di depan kasir, kita order es krim ini-itu kemudian kita membayar. Lalu kita akan mendapatkan lembaran struk yang disebaliknya sudah ditulisi pesanan es krim yang kita order tadi. Sambil masih mengantri, perlahan kita maju menuju ke depan si penyaji es krim. Begitu tiba giliran kita, cukup berikan struk yang kita dapat tadi ke si penyaji es krim dan kita dapat deh es krimnya.

Struk yang Berlaku Sebagai Kupon Es Krim

Begitu dapat es krimnya, kita perlu siap-siap melapangkan hati. Kenapa? Karena kursi yang ada di kedai es krim jadul ini TER-BA-TAS. Jadi kalau mau menikmati es krim disini triknya adalah disaat kita mengantri, usahakan partner kita atau teman jalan bareng disuruh cari meja sehingga ketika kita sudah dapat es krimnya, meja-kursi pun juga didapat.

Suasana di Luar Kedai dari Meja-Kursi Kedai Es Krim Ragusa

Untuk soal rasa, kalau menurut saya sih biasa aja. Mungkin karena lidah saya sudah terlalu biasa merasakan es krim yang dibeli di banyak franchise mart-mart pinggir jalan itu. Kalau pembaca pernah ada yang mencicipi es krim Nyonya Besar, dibandingkan  dengan es krim di Ragusa ini, menurut saya sih menang si es krim Nyonya Besar. Meskipun keduanya (baik Ragusa maupun Nyonya Besar) bertekstur kasar, es krim Nyonya Besar menurut lidah saya lebih gurih.

Penasaran? Coba aja datang ke kedai es krim Ragusa. Siapa tau Anda punya pendapat yang berbeda dengan saya. :)

Menu Lainnya

Comments

  1. pernah kesini sekali doang. Waktu itu mesen es krim yg ternyata porsinya kecil, nyesel bgt.. soalnya pas ditraktir tu, tau gtu kan mending pesen banana split apa spagheti ice-creamnya yak :-p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mending spaghetti ice cream sih. Tp kalo ada acara traktir2 lagi, mending ke Baltic Ice Cream aja minta beliin yg porsi guede. 😁

      Delete

Post a Comment