Jalan-Jalan Pagi Sekitaran Unpad

Aktivitas berjalan kaki mungkin buat saya sebagai suatu kegiatan yang menjadi favorit. Dimana kini sudah banyak fasilitas transportasi yang bisa digunakan untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya, bila suatu tempat tersebut masih bisa ditempuh dengan berjalan kaki maka saya pilih opsi berjalan kaki. Semisal sewaktu berkesempatan jalan-jalan di kota Bandung (19 Oktober 2016), saya kembali berjalan kaki di pagi hari sejauh 3 km. Start dari jalan Dayang Sumbi berjalan ke jalan Dipati Ukur (Unpad) kemudian balik lagi ke jalan Dayang Sumbi melalui rute yang berbeda.

Pergi

Pulang


Diantara Pahitnya Espresso Ada Soto Kuning Porsi Besar

Malam pun makin menjelang, sementara kami berempat baru saja tiba di jalan Dayang Sumbi, Bandung (18 Oktober 2016). Karena acara yang akan kami hadiri baru dimulai besok pagi di kampus ITB, kami singgah dan menginap di Be Hive hotel. Hotelnya lumayan agak bersuasana eropa atau malah kalau saya bilang berasa seperti suasana hindia belanda. Mulai dari jalan masuk hingga resto yang terletak disamping kiri dari loby hotel.

Espresso dan Teman-Temannya

Seger ya.. 


Empat Ribu Rupiah, Naik Angkot dari Terminal Dago ke Stasiun Hall

Setelah berjalan kaki selama 45 menit, mas Feb tiba di Terminal Dago. Sekedar informasi, Terminal Dago berada di daerah perbatasan wilayah kabupaten Bandung dengan kota Bandung. Terletak di jalan Ir. H. Djuanda. Menurut info dari beberapa sumber, dahulu wilayah sekitaran terminal Dago ini berhawa sejuk bahkan cenderung dingin. Tapi sekarang berbeda. Mungkin karena jumlah penduduk makin banyak dan jumlah pepohonan makin berkurang ya. Sayang banget. Yang bikin mas Feb terbengong-bengong adalah kondisi terminal yang di pagi itu sudah penuh dengan sampah utamanya sampah plastik.




Trekking 2,2 Kilometer Sentra Dago Pakar - Terminal Dago

Tanggal 24 September 2016, setelah menyelesaikan pekerjaan di daerah Dago Pakar, Bandung, mas Feb melakukan perjalanan pulang. Dari Sentra Dago Pakar tidak ada kendaraan umum. Yang ada hanya ojek saja. Buka google Map ternyata eh ternyata, perjalanan dari Sentra Dago Pakar menuju Terminal Dago hanya membutuhkan hitungan menit saja. Mas Feb pikir akan lebih menarik nih bila melakukan trekking dari Sentra Dago Pakar hingga Terminal Dago.
Salah Satu Hotel yang Ada di Kawasan Dago Resort

Ojek yang Melintas didalam Komplek Dago Resort


Tradisi Begalan, Puas Berebut Alat Dapur

Sebenarnya mas Feb sudah pernah lihat beberapa kali tradisi "rebutan peralatan masak" ini yang ternyata setelah mas Feb kulik, tradisi rebutan hanyalah merupakan bagian dari yang namanya Tradisi Begalan. Apaah tuh? Kok serem amat pake ada begal begal segala?

Tradisi Begalan dikenal luas di masyarakat Banyumas (). Dalam budaya dan tradisi Begalan dikenal nama-nama seperti Adipati Wirasaba dan Suradilaga yang konon merupakan tokoh-tokoh yang terlibat dalam terjadinya asal muasal tradisi Begalan ini. Untuk kelengkapan ceritanya, pembaca bisa minta bantuan mbah Google ya.

Calon Korban "Begalan"
Si Bapak membawa alat-alat dapur diPikulannya

Berani Berlatih Memadamkan Api

Dalam sebuah institusi maupun perusahaan, alat pemadam api merupakan sebuah alat yang wajib ada didalam gedung sebagai antisipasi bila sewaktu-waktu terjadi bencana, utamanya kebakaran. Minimal dengan adanya alat pemadam api, kebakaran dalam skala kecil bisa ditangani.

Pada hari Jumat tanggal 7 Oktober 2016, mas Feb berkesempatan mencoba alat pemadam api yang biasanya hanya dilihat dikotak emergency. Dalam latihan ini, para peserta diperkenalkan dengan bermacam jenis alat pemadam api portable, kita bisa menyebutnya sebagai alat pemadam api ringan alias APAR. Macam dan jenis alat pemadam api portablenya bisa pembaca lihat lebih detil ditautan ini.
Disulut dulu Api amarahnya
Jenis-jenis APAR yang digunakan dalam Pelatihan