Ikan Jambal Roti Khas Pangandaran

"Nitip ikan jambal roti ya", demikian tulisan yang sampai di hape saya melalui aplikasi Whatsapp.
"Kalau ada yang jual ya", balas saya kepada si pengirim pesan. Padahal saya juga masih kurang paham ikan jambal roti seperti apa.

Tempat Agen Penjual Ikan Jambal Roti
Inilah yang Disebut Sebagai Ikan Jambal Roti


Pengalaman Pertama Naik Pesawat Cassa

Cessna Caravan? Ya, pesawat ini adalah pesawat kecil yang mampu mengangkut penumpang sejumlah 9 orang. Menggunakan mesin tunggal, pesawat Cessna biasa digunakan untuk transportasi udara jarak pendek. Untuk lebih jelasnya, pembaca dapat membaca keterangan lebih jelas dari wikipedia dengan mengklik disini. Nah, pesawat kecil nan imut inilah yang menjadi kendaraan transportasi saya dan teman-teman ketika berkunjung ke Pangandaran.

Tanggal 6 Juni 2016 yang lalu menjadi hari dimana keberanian dan nyali saya dan teman-teman seperjalanan diuji. Mendapatkan tugas ke Ciamis, Pangandaran lebih tepatnya, memberikan saya kesempatan untuk menjajal kursi pesawat Cessna Caravan milik ibu Susi Pudjiastuti.
Masjid Al-Mathaar Halim Perdanakusuma
Loket Cek-In dan Penimbangan Diri dan Barang


Stasiun Semarang Tawang, Stasiun Besar Tertua Kedua di Indonesia

Stasiun ini sudah berkali-kali saya sambangi. Diresmikan 19 Juli 1868 pada era hindia Belanda. Asal nama Tawang berasal dari nama kampung dekat stasiun, Tawangsari. Menurut sejarah yang saya dapatkan dari hasil browsing-browsing, stasiun Semarang Tawang merupakan stasiun besar tertua kedua setelah stasiun Semarang Gudang. Untuk kemudian, stasiun Semarang Tawang digunakan sebagai stasiun kereta api bagi penumpang sedangkan stasiun Semarang Gudang digunakan sebagai stasiun kereta api bongkar muat barang.
Foto Stasiun Semarang Tawang Tahun 1920 (Foto Koleksi heritage.kereta-api.co.id)
Panorama Polder Tawang
Polder Stasiun Semarang Tawang
Foto Tahun 1910-an (Koleksi Tropen Museum)
Suasana di Luar Stasiun


Laju Bemo di Hiruk Pikuk Kemacetan Jakarta

Pembaca ada yang pernah naik bemo? Belum? Saya pernah sekali naik kendaraan unik nan jadul ini saat berada di daerah Bendungan Hilir. Sekarang memang sudah agak sulit untuk menemukan saudara kembar tak serupa si Bajai ini. Karena memang sudah dilarang beredar di Jakarta, sehingga angkutan umum beroda tiga ini tidak bisa ditemukan di sembarang tempat. Hanya tempat-tempat tertentu saja. Yang saya ketahui misalnya ya di Bendungan Hilir. Lalu ada juga di daerah Rawa Terate Jakarta Timur dan daerah Matraman-Manggarai-Salemba.
Penumpangnya Sedang Melamun


Menikmati Gule Kambing Pak Sabar Kampung Bustaman Semarang

Letaknya memang kurang strategis. Apalagi bentuk warung tendanya. Bila pembaca seorang pemilih seperti salah seorang teman saya, mungkin gak akan mau mampir ke warung tenda sederhana ini. Tapi bila pembaca browsing di internet, nama Gule Kambing Pak Sabar Kampung Bustaman Semarang adalah satu nama yang ngetopnya ampun-ampunan. Saking terkenalnya, banyak warung tenda yang menggunakan nama yang sama sehingga banyak yang berkunjung ke Semarang keliru mencicipi gule kambing pak Sabar yang asli.

Gule Kambing Pak Sabar yang orisinil hanya bisa dijumpai disekitaran objek cagar budaya Gereja Blenduk. Posisi warung tendanya berada berseberangan dengan pintu belakang Gereja Blenduk. Jika dikulik melalui internet, pak Sabar mulai berjualan sejak tahun 1969. Pada mulanya berjualan dengan cara dipikul berkeliling. Tapi sejak tahun 1974, pak Sabar mulai menetap menggunakan lokasi di kawasan Kota Lama belakang Gereja Blenduk. Kampung Bustaman sendiri merupakan kampung yang berada di kota Semarang yang terkenal sebagai pusat pemotongan dan pengolahan daging kambing.  

Ini Tenda Warungnya

Pak Garbin sedang Meracik Pesanan Gule


Soto Mie Pak Kumis Jalan Garuda 40

Postingan kali ini membahas mengenai Soto Mie Pak Kumis. Lagi-lagi kuliner dengan nama "Pak Kumis". Tapi pak Kumis yang ini berbeda dengan postingan kedai sop Betawi pak Kumis yang terdahulu.  Kali ini apa yang istimewa dari kumisnya. Eh.. Maksudnya apa yang istimewa dari soto mienya?

Oke, Soto mie Pak kumis ini bila hanya melihat kedainya selewat saja boleh dibilang sama seperti halnya Soto mie-soto mie lainnya. Bila kita tak mendatangi, masuk, dan mencicipi soto mie ini, maka kita gak akan tau bedanya dengan soto mie lainnya.
Bannernya Gede Banget