Uniknya Labi-labi dan Betor

Kendaraan umum yang ada di kota Aceh itu unik-unik. Unik karena cuma ada disini. Baru dua yang saya lihat ketika berada di Aceh: Labi-labi dan Betor.

Labi-labi merupakan sebuah kata perulangan yang belum pernah saya dengan sebelumnya. Hingga saat disana seorang supir taksi mengatakan angkutan umum atau angkot disini disebutnya Labi-labi. Labi-labi bentuk fisiknya mirip dengan minibus tapi bagian tengah hingga belakangnya dimodifikasi sehingga dapat untuk menampung banyak penumpang. Boleh dibayangkan kepala kendaraan ini adalah kepala minibus sedangkan badan tengah hingga bagian belakangnya menyerupai bagian belakang bemo yang beredar di Jakarta.
Labi-Labi Sedang Mangkal Didepan Terminal Keudah
Betor Jadi Angkutan Favorit Warga Disini

Betor Kendaraan Serba Guna
Sewaktu di terminal Keudah, saya sempat memperhatikan Labi-labi ini. Sejak saya tiba di Aceh, saya dan teman masih belum melihat nomor angkot yang menandakan jurusannya seperti umumnya sebuah angkot di kota seperti Jakarta, Bogor ataupun Bandung. Setelah memperhatikan dengan seksama, ternyata yang menandakan jurusan disini bukanlah nomor angkotnya melainkan nama daerah tujuan/berangkat atau sebaliknya. Semisal saya ingin ke Seulimun dari Jantho, maka tulisan yang tertera diatas kepala Labi-labi adalah Seulimun - Jantho dan sebaliknya bila dari Seulimun ke Jantho maka naik angkot yang sama. Bagi yang bermata minus alias menggunakan kacamata baca seperti saya, akan sedikit kesulitan melihat jurusan angkutan ini.

Kendaraan unik lainnya yang ada di Aceh adalah Betor alias Becak Motor. Menurut keterangan dari teman saya yang mengunjungi Aceh di tahun 2011, tarif betor ini untuk jarak dekat bertarif Rp. 7.ooo dan bisa bervariasi bergantung jaraknya. Mungkin di tahun 2014 ini sudah naik. Entahlah karena saya saat disana tidak mencoba untuk menggunakan jasa betor. :D

Betor sebenarnya adalah motor yang dimodifikasi. Kalau menurut saya jauh dari gambaran becak seperti yang di Jakarta. Bila pada umumnya penumpang becak berada didepan, pada betor berbeda. Penumpang betor (kokpit penumpang) berada disebelah kiri pengemudi.

Selain mengangkut penumpang (manusia), betor juga biasanya digunakan oleh penduduk Aceh untuk mengangkut sayur mayur ataupun barang dagangan yang akan dijual dan dibeli. Terkadang, kokpit penumpang juga digunakan sebagai media etalase untuk menggelar dagangan. Jadi benar-benar unik kan?

Comments

  1. Labi-labi mirip bemo? Kalau dari penglihatan saya itu labi-labi malah mirip mobil pickup yang dipasangi karoseri, hahaha :D

    Dirimu sempat lama di Aceh po Mas Feb?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sumpeknya kliatan mirip bemo mas. He he he
      Di Aceh hanya 3 hari 2 malam. Mknya sebisa mungkin pecicilan kmn2 biar kenal 'penunggu' sana.

      Delete

Post a Comment

...